Inilah 5 Kisah Romantis Nabi Muhammad dan Aisyah yang Dapat Ditiru

Inilah 5 Kisah Romantis Nabi Muhammad dan Aisyah yang Dapat Ditiru

Romantisme dalam sebuah hubungan perlu untuk dibangun agar dapat berlangsungnya suatu hubungan yang bertahan lama. Banyak cerita yang menggambarkan romansa romantis populer sebut saja romeo dan juliet yang rela sehidup semati. Dalam sejarah terdapat kisah romantis Nabi Muhammad dan Aisyah yang dapat dijadikan sebagai suri tauladan.

Perjalanan dan kisah cinta Nabi bersama Aisyah kerap membuat banyak wanita lain iri. Tidak hanya kisah cinta populer Habibie dan Ainun saja yang sangat disukai banyak orang, namun kisah cinta nabi pun sangat menarik. Berikut pembahasannya:

1. Memperlakukan Aisyah yang Sedang Haid

Menstruasi yang terjadi pada setiap bulan, tentu akan mempengaruhi perubahan hormon wanita. Hal ini yang sering menyebabkan emosi wanita tidak stabil. Kisah romantis Nabi Muhammad dan Aisyah, dimana saat itu aisyah sedang haid lalu Nabi meletakkan kepalanya di pangkuannya sambil membaca Al-quran.

Nabi Muhammad juga menampilkan kelembutannya dengan berbagai cara yang tidak dapat dibayangkan oleh semua orang. Sebuah hadis mengatakan bahwa Aisyah pernah berkata ketika sedang menyisir rambut Nabi, Aisyah sedang dalam masa haid. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

2. Memanggil dengan Panggilan Sayang

Nabi adalah orang yang baik dalam perkataan maupun perbuatan. Rasul selalu memanggil Aisyah dengan nama panggilan yang indah dan juga panggilan khusus yang dibuatnya. Dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, Rasulullah sangat gemar memanggil Aisyah dengan sebutan Ya Aisy. Pemenggalan huruf akhir dalam budaya arab menunjukkan tanda kasih.

Panggilan cinta Rasulullah kepada aisyah yang lainnya yaitu, Humaira yang berarti putih kemerah-merahan. Begitulah cintanya Nabi terhadap sang istri yang bankan panggilannya pun sangat menyentuh hati. Kasih sayang Rasulullah bahkan ajarkan lewat sebuah panggilan yang dapat diterapkan.

TRENDING:  Inilah Amalan yang Bisa Diamalkan Sebagai Cara Bertemu Nabi Khidir Alaihi Salam

3. Cara yang Unik dalam Meredam Amarah

Rambut boleh sama hitam tapi untuk akal dan pikiran siapa yang tahu? Perbedaan pendapat dan opini yang terjadi di antara dua orang lebih bahkan pasangan adalah hal yang wajar. Begitu pula yang terjadi kepada Nabi dan Aisyah.

Perbedaan tersebut tentu dapat diatasi dengan sangat baik oleh kedua pasangan tersebut. Hal yang dilakukan Nabi Muhammad ketika Aisyah sedang marah yaitu dengan mencubit hidung Aisyah dan kemudian berkata padanya. Nabi menyuruh Aisyah untuk meminta ampunan kepada Tuhan, mintalah ampunan dosa, hilangkan amarah di hati serta selamatkanlah dari fitnah menyesatkan.

4. Menikah Sekali Seumur Hidup

Berpulangnya Nabi Muhammad ke Rahmatullah membuat Aisyah mengalami duka dan kesedihan yang amat mendalam. Terlalu banyak kenangan indah yang dilalui bersama Nabi. Momen-momen yang tidak dapat terlupakan serta perlakuan Nabi semasa hidupnya selalu dikenang Aisyah. Bagaimana tidak?, Rasul adalah cinta pertamanya.

Aisyah memutuskan untuk tidak menikah kembali dan hanya menikah sekali dalam seumur hidupnya. Kisah cinta antara Nabi dan Aisyah yang tercatat ke dalam sejarah merupakan suri tauladan yang baik dan sudah semestinya menjadi panutan.

5. Minum Melalui Gelas yang Sama

Sebuah kisah menceritakan tentang Rasulullah yang menyerahkan gelas berisi minuman kepada Aisyah untuk diminumnya juga. Dalam hadis riwayat Bukhari, Aisyah pernah berkata bahwa sering makan dan minum melalui piring dan gelas yang sama dengan Rasul.

Sebagai pasangan suami istri hal tersebut merupakan keintiman dalam berumah tangga. Bahkan, sekedar untuk makan dan minum dalam wadah yang sama pun tidak ada rasa jijik di dalamnya. Begitulah contoh kecil yang dapat ditiru pasangan zaman kini demi langgengnya sebuah hubungan.

TRENDING:  Ketahuilah 5 Cara Merawat Kemaluan Wanita Menurut Islam

Demikianlah kisah romantis Nabi Muhammad dan Aisyah yang dapat ditiru dan dicontoh. Keintiman yang dapat tercipta dalam suatu hubungan tidak hanya sebatas nafsu, tetapi dapat dilakukan di keseharian yang dapat dilakukan bersama-sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published.