Ini Ketentuan dan Cara Bayar Fidyah Puasa Menurut Mayoritas Ulama

Ini Ketentuan dan Cara Bayar Fidyah Puasa Menurut Mayoritas Ulama

Ada sebagian golongan orang yang tidak sanggup berpuasa di bulan Ramadhan sehingga diharuskan membayar fidyah. Golongan ini meliputi orang tua lanjut usia, ibu hamil dan menyusui dan orang yang menderita sakit. Cara bayar fidyah puasa bagi tiga golongan ini sudah memiliki ketentuannya masing-masing berdasarkan anjuran agama Islam yang berlandaskan Al-Qur’an.

Golongan tersebut diperbolehkan tidak berpuasa dan menggantinya dengan fidyah. Islam selalu memiliki solusi untuk setiap permasalahan yang dihadapi umat muslim sehingga, perkara wajib sekalipun menjadi ringan dengan adanya pengganti. Ketidaksanggupan mereka dalam berpuasa tentu memiliki alasan khusus sehingga Allah tidak menetapkannya sebagai dosa selama fidyahnya dibayar. Adapun penjelasan fidyah sebagai berikut:

Golongan Orang yang Boleh Membayar Fidyah Pengganti Puasa

Tidak semua orang bisa membayar fidyah puasa. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tiga golongan ini adalah orang sakit, ibu hamil dan menyusui serta orang tua yang lanjut usia. Adapun alasan dibolehkan tidak berpuasanya adalah:

1. Orang yang Sedang Sakit

Salah satu asupan yang penting untuk orang yang sedang sakit parah adalah multivitamin dari makanan dan obat-obatan. Dokter pun akan melarang berpuasa demi kesehatannya. Tubuh orang sakit yang lemah menjadi alasan orang tersebut diperbolehkan mengganti puasa dengan fidyah.

2. Ibu Hamil dan Menyusui

Jika memaksakan ibu hamil  untuk berpuasa, hal yang ditakutkan adalah janinnya kekurangan nutrisi. Begitupun jika ibu menyusui berpuasa, khawatir ASI untuk sang bayi berkurang. Puasa lebih baik diganti dengan fidyah demi menjaga keselamatan ibu dan bayinya.

3. Orang Tua yang Lanjut Usia

Kalangan yang sudah berumur sendiri tergolong lemah dan beberapa sudah mengalami kepikunan bahkan sakit-sakitan. Dikhawatirkan jika tetap ikut berpuasa kesehatannya akan semakin menurun. Jadi, mereka boleh tidak berpuasa dan fidyah harus dibayarkan oleh keluarganya.

TRENDING:  Aneka Manfaat Kayu Kokka Menurut Islam yang Nyata

Membayar Fidyah dengan Makanan Pokok Maupun Uang Tunai

Para ulama dari kalangan Hanafiah bersepakat diperbolehkan mengganti dengan uang tunai meskipun lebih banyak pendapat ulama yang menentangnya. Pendapat ulama dari mazhab Syafi’i, Maliki dan Hambali menegaskan bayar fidyah tidak bisa diganti dengan uang tunai. Pembayaran harus dengan makanan pokok. Berikut penjelasannya mengenai bayar fidyah dengan makanan pokok maupun uang.

  • Fidyah dengan Makanan Pokok

Cara bayar fidyah puasa dengan makanan pokok berdasarkan pandangan Imam Maliki dan Imam Syafi’i memerlukan 1 mud gandum untuk sehari puasa yang ditinggalkan. Jika diakumulasikan ke dalam hitungan gram, 1 mud gandum kurang lebih 675 gram atau 0,75 kg.

Sementara Imam Hanafi berpendapat fidyah dibayar dengan 2 mud gandum yakni 1,5 kg. Aturan yang ditetapkan Imam Hanafi sering dipakai untuk membayar fidyah dengan beras. 1,5 kg ini harus dikalikan dengan lamanya hari meninggalkan puasa. Fidyah ini kemudian disalurkan kepada fakir miskin baik satu orang maupun lebih.

  • Mengganti Fidyah Makanan Pokok dengan Uang Tunai

Walaupun terdapat perbedaan pendapat antara para ulama terkait mengganti makanan pokok dengan uang, kalangan Hanafiah tetap membolehkannya. Caranya adalah dengan mengkonversi makanan pokok tersebut kedalam bentuk rupiah. Uang tersebutlah yang digunakan untuk membayar fidyah.

Contohnya jika membayar 1 hari puasa diberlakukan sebanyak 1,5 kg beras. Orang yang membayar fidyah harus menyiapkan uang sejumlah harga 1,5 kg beras. Begitupun jika fidyah yang akan dibayar berhari-hari, cukup lakukan pengalian jumlah dengan harga beras yang berlaku di pasaran.

Fidyah puasa Ramadhan boleh dibayarkan pada hari yang ditinggalkan berpuasa maupun dilakukan di akhir Ramadhan sekaligus. Dengan memahami ketentuan dan cara bayar fidyah puasa dengan benar, diharapkan penggantian ini bisa Allah terima sebagai pengganti puasa Ramadhan yang sudah menjadi kewajiban umat muslim. Fidyah ini harus dibayarkan, jadi meskipun tidak bisa berpuasa tetap harus membayar hutang puasanya.

TRENDING:  Jadi Suri Tauladan dalam Berdakwah, Inilah Sifat Nabi Luth yang Dapat Diteladani

Daftar Isi

Leave a Reply

Your email address will not be published.