wabah pada zaman nabi

Berikut Wabah Pada Zaman Nabi dan Khalifah yang Pernah Menimpa Umat Muslim

Saat ini dunia sedang dihadapkan pada wabah COVID 19 yang sedang melanda. Wabah besar-besaran pun sudah pernah terjadi di zaman Nabi hingga khalifah dan ikut memakan banyak korban. Wabah pada zaman Nabi ini merupakan pandemi yang kelangsungannya dimulai dari negeri-negeri Islam seperti Persia, Jerusalem dan lainnya.

Pandemi merupakan sejarah kelam yang sayangnya mesti terulang lagi saat ini. Wabah ini merupakan rencana Allah yang harus diterima dan disikapi dengan memperbanyak istighfar dan memohon ampunan kepada-Nya. Sebagai bahan pengetahuan, berikut wabah yang pernah muncul pada zaman Nabi hingga khalifah yang jauh sebelum COVID 19 muncul:

1. Tahun Keenam Hijriah terjadinya Wabah Syirawaih

Wabah yang terjadi ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup ini merupakan tha’un yang pertama terjadi dalam sejarah Islam. Wabah pada zaman Nabi ini melanda pusat pemerintahan Persia yakni Al-Madain yang sekarang dikenal dengan sebutan Ctesiphon. Sekitar tahun 627 hingga 628 Masehi, warga Ctesiphon terus dibayang-bayangi oleh wabah Syirawaih.

2. Pada Masa Kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab Muncul Wabah ‘Amwas

Tidak lama setelah wabah Syirawaih perlahan sirna, umat muslim kembali diuji dengan munculnya wabah ‘Amwas pada tahun 638 hingga 639 Masehi. Saat itu, kepemimpinan berada di tangan Khalifah Umar bin Khattab. Dinamakan ‘Amwas karena umat yang terkena wabah adalah tentara Arab yang berada di Amwas, Jerusalem.

Tidak hanya sekali, wabah ‘Amwas yang disangka telah lenyap pada bulan Muharram tahun tersebut kembali merebak di bulan Safar. Tidak tanggung-tanggung, ‘Amwas menelan korban hingga 25.000 jiwa yang merupakan tentara muslim. Wabah ini kemudian menyebar ke wilayah Mesir, Irak hingga Suriah.

TRENDING:  5 Ciri-Ciri Suami yang Tidak Pantas Dipertahankan Menurut Islam

3. Adanya Wabah Al-Jarih dan Al-Fatayat pada 680an dan 700 an Masehi

Masih pada abad yang sama, wabah baru kembali muncul di Irak tepatnya di kota Basrah. Wabah Al-Jarif terjadi pada masa Ibnu Zubair tepatnya tahun 688 sampai 689 Masehi atau tahun ke 69 Hijriah di bulan Syawal. Kejadian memilukan ini menelan korban hingga 70.000 jiwa dalam 3 hari berturut-turut.

Sementara wabah Al-Fatayat dinamakan demikian karena lebih banyak menyerang kaum wanita hingga meninggal. Rata-rata korbannya adalah wanita berusia muda. Sebagian sumber menyebutkan wabah ini terjadi pada tahun 706 Masehi yang berjarak sekitar 20 tahun dari kemunculan wabah Al-Jarif atau sekitar tahun 87 Hijriah di bulan Syawal.

4. Tahun 716 M Wabah Al-Asyraf di Suriah dan Irak

Salah satu peristiwa besar yang pernah terjadi karena wabah adalah kematian putra mahkota Ayyub Bin Sulaiman yang saat itu menetap di Suriah. Sementara putranya telah wafat, Khalifah Sulaiman bermaksud hijrah ke tempat aman namun dinyatakan wafat di Aleppo tepatnya wilayah Dabiq. Kematian khalifah Bani Umayyah ini pun dikarenakan terkena wabah Al-Asyraf.

Kekejaman wabah ini menarik banyak perhatian hingga dibandingkan dengan penindasan di masa kekhalifahan Umayyah yang dilakukan oleh gubernur Irak. Penindasan besar-besaran tersebut dinamakan Al-Hajjaj yang terkenal kejam dan menelan banyak jiwa.

5. Wabah Timur Tengah yang Dikenal dengan Nama Black Death

Pada zaman yang lebih modern pun wabah masih terus menghantui umat hingga tiba pada tahun 1347 – 1353 Masehi, muncullah wabah yang diberi nama Black Death atau Maut Hitam. Dinamakan demikian karena wabah ini sangat kejam dan merampas banyak jiwa. Black Death terjadi di negara Islam kawasan Timur Tengah.

TRENDING:  5 Hal yang Mengurangi Pahala Puasa Ini Wajib Disimak

Munculnya wabah pada zaman Nabi hingga khalifah mengajarkan umat modern untuk lebih banyak meminta perlindungan kepada Allah. Nabi juga menganjurkan umat yang berada di wilayah yang terdampak agar tidak keluar wilayahnya. Begitu pula umat diluar wilayah terdampak untuk tidak memasuki wilayah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.