Hikmah dari Kisah Nabi Ibrahim, Penuh dengan Pembelajaran yang Berharga

Hikmah dari Kisah Nabi Ibrahim, Penuh dengan Pembelajaran yang Berharga

Sebagai umat Islam, pastilah tidak asing dengan salah satu nabi yang begitu luar biasa yakni nabi Ibrahim. Seringkali dijelaskan baik dalam al-Quran ataupun di kisah lainnya, jika nabi Ibrahim memiliki ujian yang begitu dahsyat, namun dengan hebatnya beliau mampu melewati semua ujian tersebut. Dibalik ujiannya yang dahsyat, terdapat hikmat dari kisah nabi Ibrahim yang bisa dijadikan pembelajaran.

Memaknai hikmah dari kisahnya agar di kemudian hari sebagai umat Islam juga berhasil melewati segala ujian yang diberikan. Salah satunya dengan menerapkan sifat-sifat yang ada pada nabi Ibrahim. Penasaran? Berikut hikmah-hikmah yang bisa dijadikan pembelajaran!

1. Tetap Bersabar untuk Menasehati Tentang Hal yang Baik

Salah satu hikmah dari kisah nabi Ibrahim adalah kesabarannya dalam menyampaikan hal yang baik. Tentu ingat bukan dengan kisahnya yang berusaha menasehati kaumnya yang menganggap jika berhala adalah Tuhan mereka. Nabi Ibrahim A.s ditugaskan oleh Allah untuk mengajak kaumnya agar menyembah Allah sebagai Tuhan satu-satunya.

Hanya saja, mereka tetap saja menyembah berhala dan menganggap jika Nabi Ibrahim telah lancang dan tidak sopan lantaran menyangkal jika berhala bukan Tuhannya. Nabi Ibrahim pernah diancam ayahnya yang juga merupakan pembuat berhala hingga pernah dibakar hidup-hidup oleh kaumnya.

Dengan kekuasaan Allah, Allah membuat api yang seharusnya panas saat menyentuh kulit Nabi Ibrahim malah terasa sangat dingin. Ini salah satu mukjizat yang diberikan kepada Nabi Ibrahim. Tantangan yang cukup berat dalam mengajak kebaikan tidak lantas membuat Nabi Ibrahim menyerah dan meninggalkan kaumnya begitu saja. Nabi Ibrahim malah menunjukkan kesabaran yang begitu luas.

2. Berpikir Kritis untuk Mencari Kebenaran

Hikmah lain yang bisa diambil adalah cara berpikir kritis untuk mencari kebenaran. Hidup menjadi anak pembuat berhala, membuat nabi Ibrahim memperhatikan ayahnya saat membuat berhala hingga muncul sebuah pemikiran, siapakah Tuhan sebenarnya? Kisah ini diabadikan oleh Allah melalui firmannya dalam al-Quran surat al-An’am ayat 76-78.

TRENDING:  Perbedaan Akikah Dan Kurban yang Harus Diketahui

Nabi Ibrahim mencari Tuhan di antara bintang, bulan dan matahari, namun Nabi Ibrahim merasa ada yang salah dengan hal tersebut. Sampai akhirnya Allah memerintahkan untuk membelah burung menjadi beberapa bagian dan memanggil burung itu dan muncul kembali dalam keadaan hidup. Berpikir kritis sangat penting di zaman sekarang, banyak sekali hoax yang harusnya kembali ditelaah kembali.

3. Berprasangka Baik kepada Allah

Semasa Ismail lahir, Nabi Ibrahim malah diperintahkan oleh Allah untuk meninggalkan istrinya yakni Hajar dan Ismail kecil di daerah gersang. Istrinya, Hajar yang mulanya bertanya-tanya, setelah dijelaskan ini perintah Allah maka Siti Hajar langsung memahami dan menerimanya. Siti Hajar yang ingin memberikan minum pada Ismail berlari dari bukit Shafa hingga ke Marwa untuk mencari air sebanyak 7 kali membuat Allah memerintahkan untuk sa’i dalam ibadah haji.

Tidak lama Ismail memancarkan air dari tanah yang diinjak oleh kaki Ismail. Air inilah yang disebut sebagai air zam-zam dan sumber air tersebut masih ada hingga sekarang dan tidak pernah habis dipakai oleh jutaan umat. Ini menunjukkan jika apapun yang diperintahkan Allah pastilah terdapat kebaikan yang tersembunyi.

4. Bertawakal kepada Allah

Pernahkah mendengar kisah nabi Ibrahim yang menyembelih putranya sendiri? Ya, kisah itu lekat sekali dalam hati umat Islam lantaran menjadi awal mula adanya perintah berkurban di tanggal 10 Dzulhijjah. Nabi ibrahim yang semula tak tega jika harus menyembelih putranya sendiri yang amat disayangi, namun beliau menguatkan hati dan bertawakal kepada Allah sehingga Allah mengganti tubuh Ismail dengan seekor domba.

5. Senang Berbagi dengan Sesama

Dalam salah satu kisah, pernah dijelaskan jika Nabi Ibrahim sangat gemar memuliakan tamu. Pada suatu waktu Nabi Ibrahim pernah kedatangan tamu pada malam hari, yakni ketiga malaikat yang menyamar. Nabi Ibrahim memerintahkan istrinya untuk menyembelih domba lalu disuguhkan pada ketiga tamunya. Ini menjadi bukti jika berbagi dengan sesama menjadi salah satu jalan untuk Hablum Minannas (hubungan dengan manusia) karena juga sangat penting selain Hablum Minallah (hubungan dengan Allah).

TRENDING:  Inilah 5 Kisah Sahabat Nabi Untuk Anak Agar Dapat Menjadi Teladan

Itulah hikmah dari kisah nabi Ibrahim yang dapat diteladani dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penting bagi umat Islam khususnya mempelajari kisah-kisah para nabi dan mengambil hikmah serta menerapkannya pada keseharian. Mungkin ujian kita tidak sama dengan para Nabi, namun sikap dan sifat saat diberikan sebuah ujian, itulah yang harus diterapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.