Jangan Sampai Salah! Ternyata Inilah Cara Mengganti Puasa Ramadhan

Jangan Sampai Salah! Ternyata Inilah Cara Mengganti Puasa Ramadhan

Puasa ramadhan menjadi salah satu kewajiban umat Islam. Hanya saja, Agama Islam memberikan keringanan (Rukhsah) yakni sebuah keringanan yang diperuntukkan untuk orang-orang yang berhalangan untuk melakukan puasa. Rukhsah ini sendiri diberikan kepada wanita yang sedang haid atau nifas, orang-orang yang berada di perjalanan, dan orang-orang yang semasa bulan Ramadhan mengalami sakit. Tidak sedikit orang-orang yang bingung bagaimana cara mengganti puasa ramadhan.

Qadha puasa atau mengganti puasa ramadhan harus dilakukan sebelum melaksanakan puasa ramadhan berikutnya di tahun yang akan datang. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 184. Cara menggantinya pun terdapat cara tersendiri. Lalu seperti apa sebenarnya cara yang benar untuk mengganti puasa ramadhan yang benar? Simak pembahasan cara untuk mengganti puasa berikut:

1. Qadha Puasa di Luar Bulan Ramadhan

Salah satu ketentuan untuk cara mengganti puasa ramadhan adalah mengqadha puasa pada hari diluar bulan ramadhan, kecuali pada hari-hari yang diharamkan puasa seperti pada hari tasyrik, 1 syawal, 10 dzulhijjah dan sebagainya. Niatnya pun hampir serupa dengan niat puasa ramadhan pada biasanya namun terdapat sedikit perubahan, yakni:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Artinya : “Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah Ta’ala

Hanya saja, yang harus diperhatikan adalah waktu untuk berniat. Diharuskan untuk berniat sebelum fajar layaknya puasa ramadhan biasanya. Hal ini sesuai dengan hadis nabi  jika siapapun yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.

 2. Mengganti Puasa dapat Berurutan ataupun Terpisah

Seperti yang diketahui jika mengganti puasa adalah sesuai dengan jumlah puasa yang tertinggal. Misal seorang wanita haid selama 7 hari, maka ia harus mengganti puasa selama 7 hari juga. Namun, yang unik adalah, diperbolehkan dilakukan secara berurutan ataupun secara terpisah. Jika seseorang lupa berapa jumlah puasa yang telah dilewatkan, maka lebih baik untuk menambah hari atau memilih hari yang terbanyak agar tidak ada yang tertinggal dari qadha puasanya.

TRENDING:  Manfaat Puasa Senin Kamis Bagi Pria Mulai dari Kesehatan Fisik Hingga Mental

3. Waktu Mengqadha Puasa

Ada beberapa perbedaan pandangan ulama tentang batas waktu mengqadha puasa. Beberapa juga ada yang berpendapat kalau batas waktu mengqadha adalah sebelum malam Nisfu Sya’ban. Pendapat lain mengatakan jika berpuasa setelah malam Nisfu Sya’ban dimakruhkan. Akan tetapi, ada pula yang memperbolehkan. Wallahu a’lam.

4. Hutang Puasa Orang Meninggal, Digantikan oleh Anak atau Wali

Seseorang yang memiliki usia renta, biasanya akan meninggalkan puasa lantaran fisiknya yang tidak memungkinkan. Bila pemilik hutang puasa telah meninggal, maka yang berkewajiban menggantikannya adalah anak keturunannya. Hal  Ini sesuai dengan hadis sabda Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Muttafaqun Alaih, “Barangsiapa yang meninggal dunia padahal ia memiliki hutang puasa, maka anaknya (walinya) yang harus berpuasa untuknya.

5. Dilakukan Seperti Puasa Biasanya

Sebenarnya qadha puasa dengan puasa ramadhan itu hampir sama. Hal yang membedakan hanyalah niatnya saja yang sedikit berubah. Saat mengqadha puasa, maka dijalankan seperti puasa ramadhan biasanya. Berniat untuk berpuasa pada malam harinya dan dimulai dari imsak hingga terbenam matahari (magrib).

Itulah beberapa cara mengganti puasa ramadhan yang harus diketahui oleh umat Islam khususnya. Berpuasa ramadhan adalah wajib, maka akan lebih baik jika menyegerakan untuk membayar hutang puasa agar tidak memiliki tanggungan lagi. Lebih baik usahakan sebelum malam Nisfu Sya’ban hutang puasa telah terpenuhi seluruhnya. Bila lupa jumlah hari puasa yang harus dibayar maka lebih baik dilebihkan saja harinya agar tidak ada yang terlewat.

Daftar Isi

Leave a Reply

Your email address will not be published.