menghitung nilai intrinsik saham

Menghitung Nilai Intrinsik Saham dengan 3 Cara Ini

Saham merupakan bagian dari investasi yang memiliki banyak peminat. Hanya saja masih banyak yang belum mengetahui bagaimana cara menghitung nilai saham yang benar. Bahkan terkadang banyak investor saham yang tidak mengenal nilai intrinsik dan ekstrinsik saham. Oleh karena itu di sini akan diberikan bagaimana cara menghitung nilai intrinsik saham.

Cara Menghitung Nilai Intrinsik Saham

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya kalau di sini akan membahas bagaimana cara untuk menghitung nilai intrinsik saham. Secara sederhananya ada 3 cara yang bisa digunakan, dan cara ini dinilai yang paling akurat. Bahkan ketepatan dalam perhitungan ini adalah 99%, karena itu beberapa cara di bawah ini sangat patut untuk dicoba.

1. BVPs

Langkah pertama adalah bisa dengan menghitung menggunakan BVPs atau lebih dikenal dengan book value per share. Cara ini dinilai sebagai cara yang paling memungkinkan untuk digunakan oleh pemula. Hal ini dikarenakan cara ini memakai konsep yang sangat sederhana dan mudah dipahami bahkan oleh orang yang baru melakukannya sekalipun.

Jadi di sini ada 2 hal yang harus dimengerti. Pertama nilai aset sama dengan modal (ekuitas) dan selisih nya dengan hutang perusahaan itulah yang kemudian menjadi jumlah lembar saham. Bisa dilihat bahwa di sini hanya ada dua hal yang harus dimengerti, karena itu ini cara yang mudah.

2. PVB-ROE

Selanjutnya yang bisa dicoba adalah buatan orang Indonesia tepatnya Teguh Hidayat. Cara ini dinilai tepat dan masuk akal, oleh karena itu hal ini sangat tepat untuk dicoba. Selain itu juga cara ini mudah untuk dilakukan, jadi sama seperti sebelumnya. Jadi cara ini juga masih menggunakan BVPs untuk menjadi perbandingannya.

TRENDING:  5 Cara Mengatasi Kredit Macet di Bank yang Perlu Diketahui

Namun untuk perhitungannya sendiri ada baiknya untuk menggunakan aplikasi. Sebab sekarang dengan menggunakan aplikasi hanya satu kali klik saja, dan hasilnya sudah ada. Tapi kalau ingin melakukan perhitungan manual maka jika suatu saham memiliki ROE 10%, saat PBV nilai wajarnya adalah 1x.

3. BV&ROE

Terakhir adalah cara yang tidak kalah mudahnya dan bisa dilakukan hanya dengan menggunakan rumus matematika biasa. Jadi gini misal ada saham dengan BVPs Rp 5ribu dengan nilai average nya 13,95% dalam 5 tahun terakhir.  Cara untuk menemukan nilai ini juga sangat mudah hanya tinggal mengalikan kedua nilai tersebut.

Jadi misalkan BVPs yang didapatkan tadi, ditambahkan dengan BVPS saat ini dan kemudian dikalikan dengan nilai average ROE yang sudah didapatkan tadi. Tentunya ini merupakan langkah yang mudah karena hanya perlu menggunakan rumus tambah dan kali saja yang merupakan rumus dasar jadi tidak sulit.

Mana yang Lebih Baik

Kalau ditanya mana yang lebih baik, maka hal itu disesuaikan dengan kebutuhan investor dan kemampuan investor. Apabila ingin menghitung dengan yang paling dasar maka BVPs sangat cocok untuk digunakan. Karena benar-benar hanya memerlukan dua faktor saja untuk digunakan. Kemudian dua faktor tersebut dimasukan ke dalam formula, benar-benar sesuatu yang mudah.

Namun cara pertama akan sangat cocok untuk digunakan dengan cara ketiga apabila ingin menjualnya. Jadi cara pertama cocok apabila ingin membeli suatu saham, dan ketika ingin menjualnya bisa menggunakan cara ketiga. Lalu untuk cara kedua cocok untuk dilihat kapan masa stabil saham akan didapatkan, dengan begitu ketiganya bisa disatukan untuk hasil maksimal.

Jadi memang semua cara menghitung nilai intrinsik saham yang disebutkan di sini sangat mudah untuk dilakukan. Tidak hanya itu saja, cara itu bisa dipakai untuk berbagai keperluan. Oleh karena itu tidak ada salahnya untuk mempelajari semua formula yang disebutkan di atas.

TRENDING:  Cara Beli Logam Mulia di Pegadaian Mudah, 100 Persen Aman

Daftar Isi

Leave a Reply

Your email address will not be published.