Risiko Investasi Reksadana yang Perlu Anda Ketahui

Risiko Investasi Reksadana yang Perlu Anda Ketahui

Risiko investasi reksadana penting diketahui. Dengan adanya perkembangan teknologi digital dewasa ini, semakin memudahkan banyak hal dalam hidup kita. Tidak terkecuali pada urusan keuangan maupun investasi. Pada investasi reksadana misalnya, yang bisa Anda lakukan di rumah secara online.

Investasi reksadana merupakan sebuah investasi dana yang diinvestasikan lewat perusahaan manajer investasi. Investasi ini ditujukan bagi para masyarakat yang memiliki modal namun hanya sedikit, sehingga tetap mampu melakukan perputaran ekonomi. Jenis investasi saham terbagi menjadi beberapa, yaitu saham, obligasi, serta deposito.

Hal yang masing-masing produknya memiliki tujuan tersendiri secara berbeda-beda. Perbedaan ini dipengaruhi oleh jenis produk yang dipilih.  Reksadana ini, merupakan salah satu investasi saham yang mudah, bahkan untuk masyarakat yang memiliki modal kecil.

Mengenal Risiko Investasi Reksadana

Menjadi seorang investor tentunya haruslah cermat dalam mengamati naik turun saham, banyak peluang bahkan kemungkinan adanya positif negatif dari investasi yang dijalankan. Termasuk dalam memahami risiko yang terjadi saat melakukan investasi reksadana. Sehingga, diharapkan jika telah mengetahuinya sejak awal, kita mampu mengambil sikap terbaik saat kendala itu terjadi.

  1. Return Reksadana yang Tidak Pasti

Banyak yang beranggapan jika melakukan reksadana sama halnya dengan menggunakan tabungan atau yang biasa disebut dengan deposito. Padahal keduanya memiliki perbedaan yang sangat signifikan.

Kedua instrumen saham ini memiliki perbedaan yang jauh. Risiko investasi reksadana relatif lebih tinggi, serta memiliki dua kemungkinan yaitu untung ataupun rugi. Sehingga mengakibatkan hasil yang tidak menentu.

Tips untuk menghadapi ketidakpastian saham reksadana, yaitu sebagai berikut.

  • Pilih jenis reksadana yang tepat

Hal ini dikarenakan terdapat berbagai jenis reksadana dengan sifat dan karakteristik yang berbeda-beda. Jika sudah melakukan pilihan yang tepat, maka Anda sudah memasuki gerbang keberhasilan investasi yang pertama.

  • Melakukan diversifikasi

Dengan menaruh semua uang pada satu tempat, namun menyebarkannya pada seluruh instrumen yang ada. Hal ini untuk mengantisipasi apabila salah satu terkena kerugian, masih ada cadangan yang lain.

  1. Tidak Ada Jaminan Dari Pemerintah

Apabila reksadana yang Anda jalankan rugi, maka kerugiannya haruslah ditanggung sendiri oleh nasabah. Tidak ada jaminan yang meringankan dari pemerintah. Lain halnya dengan tabungan dan deposito yang memiliki jaminan dari pemerintah.

TRENDING:  Rekomendasi Saham Blue Chip yang Layak Dipertimbangkan

Tabungan tidak akan berkurang jumlah nilainya. Sehingga mempertimbangkan secara tepat dan mengetahui secara detail perihal reksadana ini sangatlah penting. Sebab adanya risiko tersebut dikemudian hari.

  1. Tidak Adanya Proteksi Jiwa

Risiko investasi reksadana yang selanjutnya adalah tidak adanya proteksi jiwa. Jika pencari nafkah atau tulang punggung keluarga tiada, sehingga tidak dapat lagi melanjutkan investasi ini, maka yang terjadi adalah investasi reksadana akan stop.

Tidak ada yang dapat dijadikan sebagai pengganti  yang selanjutnya. Reksadana tidak memiliki proteksi asuransi, karena merupakan murni investasi. Namun, jika Anda mengelolanya dengan cara membeli asuransi jiwa sebagai proteksi, maka investasi tersebut tetap dapat berjalan serta terus melanjutkan investasi.

  1. Reksadana Dapat Dibubarkan

Risiko menggunakan reksadana yang selanjutnya adalah kondisi reksadana yang bisa dibubarkan sewaktu-waktu. Jika OJK telah memberikan perintah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, atau memiliki nilai aktiva bersih kurang dari jumlah Rp. 25 juta, maka manajer akan melakukan pembubaran dan likuidasi.

Dengan adanya risiko investasi reksadana tersebut, maka penting bagi Anda untuk memilih jenis reksadana yang memiliki kinerja baik. Selain itu, dengan melihat perhitungan nilai aktiva bersih reksadana yang semakin besar seiring berjalannya waktu, akan menunjukkan semakin kuatnya reksadana tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.