tanda charger aki penuh

5 Tanda Charger Aki Penuh Pada Motor Atau Mobil

Aki merupakan benda yang digunakan sebagai sumber listrik yang biasa digunakan untuk kendaraan seperti mobil atau motor. Ketika daya aki sudah bisa habis, bisa diisi dengan cara mengisi daya dengan mencharger. Namun bagi seorang pengguna harus mengetahui apa saja tanda charger aki penuh.

Ketika mengisi daya aki, pengguna juga harus sangat berhati – hati dan memperhatikan tanda jika sudah penuh. Selain mengisi di bisa mengisi di bengkel, bisa juga diisi sendiri dirumah. Pada ulasan di bawah ini merupakan tanda jika aki yang di-charger sudah full dan harus dicabut:

1. Sensor Tegangan

Tanda atau ciri yang pertama ketika charger aki sudah penuh adalah dengan mati otomatis. Ini bisa muncul pada aki tertentu, yang biasanya lebih modern dan terbaru. Adapun yang menjadi dasar atau pondasi ketika mati dari charger adalah dengan sensor tegangan yang ada.

Sensor disini memiliki fungsi sebagai deteksi, layaknya sensor pada alat elektronik, sensor ini tergantung pada tegangan yang dimuat. Jika sudah penuh maka sensor ini akan memberikan sinyal kepada pengisi untuk mematikan atau menghentikan pengisian daya. Tentunya ini sangat membantu dan aman tanpa melepasnya secara manual.

2. Indikator Lampu

Selain menggunakan sensor tegangan, beberapa aki juga ada tambahan indikasi lampu. Biasanya lampu ini berfungsi sebagai notif atau penanda dalam proses atau cara kerja mesin. Ini berfungsi untuk memberikan informasi kepada pemilik atau pengguna mengenai apapun yang terjadi pada mesin.

Pada aki, ketika pengisian daya sudah penuh maka akan memberikan sinyal dengan menggunakan indikator lampu. Jika warna lampu berubah maka itu merupakan tanda bahwa sudah penuh, biasanya warna akan berubah menjadi merah. Lampu juga akan menyala sendiri jadi tidak akan membuat bingung untuk mengecek.

TRENDING:  Mengenal Dunia Balap Motor

3. Alarm Charger

Tanda charger aki penuh yang ketiga bisa diketahui melalui alarm pada aki. Untuk tipe atau model aki keluaran terbaru juga dilengkapi dengan alarm. Alarm ini sangat berfungsi dan memiliki peran penting untuk memberikan pemberitahuan mengenai sesuatu hal yang tidak baik.

Alarm disini bisa digunakan untuk memberikan notif kepada pemilik aki jika pada saat mengisi sudah penuh. Tetapi sebelumnya harus diatur terlebih dahulu mengenai waktu yang digunakan untuk men-charger. Ketika timer sudah menunjukkan angka 0 maka otomatis alarm akan berbunyi dan pengguna bisa menggunakan aki tersebut.

4. Alat Multitester Mesin Mati

Multitester merupakan sebuah alat pembantu yang memiliki peran sebagai pengukur berapa daya yang sudah ada dalam aki. Alat ini tidak memiliki peran sebagai pengisi daya atau menambah tegangan pada aki motor atau mobil. Maka bisa disebut sebagai alat sekunder aki, atau alat pembantu.

Untuk menggunakannya juga mudah namun harus berhati-hati. Jika angka yang ditunjukan oleh multitester pada mesin adalah 12.6 V atau lebih, itu menunjukkan baik. Ketika sudah mencapai angka tersebut tidak perlu untuk menambah daya tegangan lagi.

5. Percobaan Listrik

Untuk mengetahui daya dari aki yang sudah penuh bisa dilakukan dengan percobaan listrik pada motor atau mobil. Jadi disini jika tidak memiliki alat multitester pengguna bisa mencoba dengan menghidupkan lampu pada mobil. Ketika lampu yang dinyalakan terang, maka tandanya sudah penuh dan tidak perlu untuk di charger ulang.

Itulah tanda charger aki penuh yang bisa digunakan sebuah gambaran. Setiap aki pada kendaraan seperti pada motor atau mobil harus sering dirawat agar tidak mudah habis dengan percuma. Serta, jangan lupa untuk selalu melihat setiap kelengkapan pada mobil agar tetap berada dalam keadaan normal dalam berkendara.

TRENDING:  Lamborghini Tak Ikut Lagi Di Ajang Pameran Mobil

Daftar Isi

Leave a Reply

Your email address will not be published.